Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Thursday, September 22, 2011

Desain Mantap Pakai Material Tepat

/ On : 10:02 AM/ Thank you for visiting my small blog here.
WWW.BLACKEXPERIENCE.COM
Sebagian dari mock up produk yang dibuat para finalis Djarum Black Innovation Award 2011.

- Mendesain sebuah produk tak hanya membutuhkan imajinasi dan kreatifitas belaka. Untuk membuat sebuah produk mantap, berguna, bisa diproduksi secara massal dan berguna, desainer produk perlu memperhatikan material yang digunakan.

"Ini karena material memiliki bobot," kata Eko Prawoto, dosen Prodi Arsitektur Universitas Kristen Duta wacana Yogyakarta ketika ditemui dalam acara penjurian pemilihan 4 finalis Djarum Black Innovation Award (BIA) 2011, Selasa (13/9/2011) lalu.

Menurut Eko, material akan menentukan kesempurnaan desain dan fungsi produk. Material yang digunakan akan berpengaruh pada kepraktisan yang biasanya menjadi tawaran banyak produk hasil karya finalis BIA. Jika material terlalu berat misalnya, fungsi kepraktisan takkan terjawab.

Eko mengatakan, beberapa produk karya finalis BIA 2011 sudah bisa menunjukkan pemilihan bahan yang tepat. Misalnya, StaPack karya Irvan Hermawan. Produk box makanan yang mengadopsi konsep rantang itu sederhana namun dibuat dengan material yang tepat sesuai fungsinya.

Namun demikian, menurut Eko, masih banyak produk yang pemilihan materialnya belum tepat. "Masih ada kesenjangan antara desain dengan material yang digunakan. Ini karena yang bergaul dengan material sangat sedikit," kata Eko.

Eko mencontohkan produk Asongbag karya Muhamad Ro'is Abidin, produk tas bagi pedagang asongan yang bisa menjadi serupa tas ransel sekaligus menunjukkan barang dagangan ketika dibuka. "Idenya bagus, tapi coba diangkat. Berat. Jadi malah kasihan penggunanya," cetus Eko.

Dari pengalaman pertamanya menjadi juri BIA dalam BIA 2011 tahun ini, Eko mengatakan, "Ke depan desainer perlu lebih mengenal material." Eko menyarankan, mungkin para desainer perlu belajar soal teknik di samping desain.

Bagi kompetisi BIA sendiri, Eko berpendapat bahwa ke depan bisa lebih berkembang sehingga juri tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga sebagai mentor. Ini memungkinkan peserta untuk juga mendapatkan pengetahuan baru.

Eko menambahkan, pada akhirnya karya yang dilombakan mengalami perubahan. "Ide atau gagasannya tetap tapi pilihan bahan dan teknologi bisa berubah. Artinya memang mendesain memang bukan proses linear," ujar Eko lagi.

Juri lain, Yoris Sebastian, mengamini gagasan itu. "Mungkin tahun depan ada perubahan. Dalam masa penjurian, peserta bisa memperbaiki. Hasil itu yang nantinya kita nilai," ungkap Yoris. Dengan demikian, BIA bukan hanya menjadi sebuah lomba, tapi juga kesempatan belajar desain.

0 comments:

Post a Comment

RelasinyaNews Teknologi: Desain Mantap Pakai Material Tepat

Total Pageviews

Popular Posts

Featured Video