Ilmuwan Mampu Prediksi Cuaca 16 Bulan Ke Depan
LOS ANGELES : Para ilmuwan di University of California bisa memprediksi cuaca hingga 16 bulan ke depan menggunakan algoritma.
Profesor Michael Ghil dalam rilis berita pada pekan lalu mengumumkan timnya berhasil menggunakan algoritma baru untuk memprediksi suhu laut.
Penelitian itu menghasilkan teori-teori dan catatan baru mengenai cuaca yang dipengaruhi cuaca ekstrem jangka pendek.
Profesor dari Departemen Ilmu Atmosfer dan Kelautan itu juga mengatakan tentang prediksi formula baru untuk memberikan petunjuk kepada pemerintah kapan terjadinya badai El Nino/La Nina di Samudera Pasifik, yang secara drastis mempengaruhi cuaca di Amerika, Asia dan Australia.
Sebelumnya Ghil hanya meramalkan tren cuaca aktual terhadap pengujian suhu air laut hanya 8 bulan ke depan. Dengan temuan ini, para ilmuwan lebih maju dalam menentukan cuaca ke depan.
Ghil menekankan bahwa alat-alat peramalan cuaca adalah jangka panjang dan pola global. Tidak untuk meteorologi dalam jangka pendek prakiraan cuaca.
"Fitur cuaca tertentu bisa diprediksi. Meskipun tidak rinci suhunya, apakah dua tahun mendatang akan hujan di Los Angeles seperti hari ini?" ungkap Ghil.
Penelitian Ghil dan tim sudah tersedia online dalam Journal Proceeding of National Academy of Sciences (PNAS). (Xinhua/OL-9)

0 comments:
Post a Comment