JAKARTA, — Untuk kedua kalinya, liputan yang dilakukan harian dan mendapatkan penghargaan di Asian Digital Media Awards (ADMA) yang digelar WAN IFRA, asosiasi surat kabar dunia Asia. Pada 2010, liputan Jelajah Musi meraih dan tahun ini, liputan Ekspedisi Citarum mendapatkan . Penghargaan tersebut diumumkan di Hongkong, Kamis (24/11/2011) malam.
"Hal itu menandakan inisiatif MMM (, dan ) yang dilakukan mendapat pengakuan internasional," ujar Budiman Tanuredjo, Redaktur Pelaksana Harian , di Jakarta, Kamis (24/11/2011) malam. Ia mengatakan, arah pengembangan media ke depan memang mau tidak mau harus ke sana dengan menyajikan konten sesuai perkembangan zaman.
Ia menambahkan, kesuksesan penerapan dalam peliputan sangat tergantung kerja sama dari semua anggota tim. Kolaborasi tersebut juga dapat terlaksana dengan adanya satu kebijakan editorial yang kemudian diterjemahkan ke dalam masing-masing platform sesuai karakteristiknya.
Liputan Ekspedisi Citarum melibatkan tim wartawan dari , harian, dan (yang saat itu masih menjadi bagian dari ). Hasil peliputan selama di lapangan dilaporkan dalam bentuk reportase di situs web dan disajikan dalam edisi khusus di harian . Tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dilengkapi galeri foto, video, serta peta ekspedisi.
juga melibatkan semakin banyak pembaca dengan menggelar lomba tulis sesuai tema yang diangkat. Jika saat Ekspedisi Jelajah Musi lomba penulisan baru disajikan di harian dengan jumlah halaman yang terbatas, pada Ekspedisi Citarum, pembaca diajak menulis sebanyak mungkin dan hasilnya langsung disajikan dalam bentuk blog di .
Budiman mengakui bahwa tantangan dalam menyediakan konten yang dan adalah penerimaan dari konsumen. Menurutnya, masih perlu sosialisasi dan komunikasi lebih intensif dengan audiens untuk mengetahui dan dapat menikmati konten-konten yang disajikan. Setiap platform memiliki keunggulan tersendiri untuk digali sesuai tuntutan konsumen.
"Kuncinya adalah totalitas dalam kerja, terus berkreasi, dan berinovasi. Jurnalisme terus kita kembangkan dengan pendekatan platform yang kian bervariasi," ujar Budiman.
Setelah Ekspedisi Jelajah Musi dan Ekspedisi Citarum, tahun ini hingga tahun depan, , , dan tengah menggelar Ekspedisi Cincin Api atau Ring of Fire. Ekspedisi terlama yang digelar selama setahun ini menghasilkan konten yang lebih variatif dan lebih luas menjangkau audiens yang lebih beragam.
"Tahun depan kita jagokan Ekspedisi Cincin Api yang lebih lengkap," ujar Budiman. Pada Ekspedisi Cincin Api, hasil liputan tidak hanya disajikan di web dan edisi cetak, tetapi juga di televisi dan tablet. Bahkan, untuk tablet, tersedia edisi dalam bahasa Inggris sehingga dapat menjangkau konsumen yang tidak berbahasa Indonesia. Untuk edisi web juga semakin lengkap dengan adanya foto 360 yang menyajikan pemandangan 360 derajat.
Dalam konferensi WAN IFRA di Hongkong, Kamis, Direktur Bisnis Harian Ignatius Hardanto Subagyo mendapat kesempatan khusus mempresentasikan strategi yang dilakukan dalam Ekspedisi Cincin Api atau Ring of Fire. Menurut Hardanto, penyelenggaraan liputan sebesar itu dapat berjalan tidak hanya berkat kemampuan tim jurnalis menyajikan konten yang berkualitas, tetapi juga tim bisnis yang kreatif mengembangkan paket iklan sehingga sponsor bersedia memberikan dukungan jangka panjang.

0 comments:
Post a Comment