JAKARTA, — Praktisi teknologi informasi Onno W Purbo tidak mempermasalahkan pembangunan atau layanan Blackberry di Indonesia atau di Singapura. Pasalnya, tidak ada perbedaan signifikan antara kedua hal tersebut.
"Mau , mau , mau dibangun di Singapura, mau dibangun di Jakarta, tidak ada masalah," kata Onno, saat ditemui , Selasa (13/12/2011) malam .
Onno menilai, kedua alat tersebut akan sangat tergantung kapasitas dayanya. Meski dibangun di Indonesia, tetapi dengan kapasitas kecil maka pengiriman layanan Blackberry juga akan tertunda. Begitu pun sebaliknya, jika terletak di Kanada, tetapi berkapasitas besar, maka kecepatan data Blackberry juga akan cepat.
"Mau di Kanada atau Singapura, beda pengiriman datanya tipis, hanya sekitar 200 milidetik," ujarnya.
Saat ini, operator telekomunikasi di Indonesia sudah menggunakan jaringan kabel optik yang memungkinkan pengiriman data lebih cepat dibandingkan dengan jaringan kabel biasa. Dengan demikian, Onno menganggap pembangunan atau di wilayah mana pun tidak akan memengaruhi layanan Blackberry di Indonesia.
Hal yang lebih penting bagi Onno adalah kontribusi RIM ataupun vendor lainnya dalam memintarkan sumber daya manusia di Indonesia. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan upaya-upaya untuk mencerdaskan bangsa agar tidak melulu jadi konsumen teknologi.
Pada kesempatan yang terpisah, Onno mengaku sedih karena Indonesia selalu jadi konsumen belaka. "Sebagai warga negara, kita sedih jika kita cuma jadi konsumen, pembeli, dan pasar doang," kata Onno.

0 comments:
Post a Comment