Pakistan Telecommunication Authority (PTA) selaku pengatur kebijakan telekomunikasi di negara itu, memblokir sekitar 1.600 istilah dan frase yang dinilai cabul.
Operator di Pakistan diberikan daftar kata yang harus mereka blokir sejak 14 November. "Ada lebih dari 1.600 kata yang diblokir. Selain kata-kata tidak senonoh, kata-kata kasar seperti makian pun diwajibkan untuk difilter," kata juru bicara salah satu operator Pakistan seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (21/11/2011).
Namun kebijakan ini tampaknya disambut setengah hati oleh para operator. Seperti disebutkan juru bicara tersebut, kebijakan filtering ini tidak baik untuk sistem dan berpotensi mengurangi kualitas jaringan.
"Ditambah lagi, hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan para pelanggan kami jika SMS yang sampai tidak sesuai karena pilihan kata yang salah," keluhnya.
Apalagi, disebutkannya sensor tersebut di antaranya termasuk kalimat seperti 'lebih keras', 'gigit', atau 'muntah' yang bisa saja memang penting disampaikan si pengguna ponsel.
Kebijakan ini pun dikeluhkan sebagian besar pengguna ponsel Paistan. Melalui Twitter, mereka berupaya menyampaikan keberatan dengan memasang hashtag #PTABannedList.
PTA belum memberikan komentarnya terkait protes yang bermunculan akibat pemberlakukan kebijakan tersebut. Mereka hanya meminta para operator memberikan laporan bulanan untuk melihat efektivitas implementasi filtering.
( rns / ash )

0 comments:
Post a Comment